Rabu, 03 Juli 2013

Pancasila Dalam Perspektif Sejarah Perjuangan Bangsa Indonesia

 Pancasila Dalam Perspektif Sejarah  perjuangan Bangsa Indonesia
Dalam sejarah Indonesia terdapat dua kerajaan kuno yang besar dan megah yaitu Kerajaan Sriwijaya dan Majapahit.Para ahli masih berbeda pendapat letak yang pasti kerajaan Sriwijaya. Tetapiperistiwa Sidhayarta yang dilakukan oleh Dapuntah yang menguatkankesimpulan bahwa pusat kerajaan Sriwijaya terletak di Jambi. Pendapat inidiperkuat pula dengan ditemukannya prasasti Muara Takus. Namun dariketerangan prasasti Kota Kapu di Talang To, yang menyebut-nyebut kata“Sriwijaya”, dapat ditarik kesimpulan lain, yaitu pusat ibu kota sriwijayaadalah di Palembang. Prasasti lain yang menunjukkan adanya kekuasaanSriwijaya adalah Bukit Siguntang dan Karang Brahi. Dalam pertumbuhannya,Sriwijaya berkembang menjadi kerajaan besar.Hal ini ditunjang oleh beberapa faktor:1.Letak Sriwijaya yang strategis iaitu berda dijalur lalu lintas hubungandagang India dengan Cina serta pelabuhannya yang tenang karenaterlindung oleh Pulau Bangka dari terjangan ombak besar2.Runtuhnya kerajan Fuhan sebagai kerajaan maritime menguntungkankerajaan Sriwijaya karena ia bisa berkembang dalam perdangan di Asia Tenggara3.Majunya pelayaran dan perdagangan India dan Cina memberi Sriwijayakesempatan untuk berkembang dalam perdangan di Asia Tenggara.4.Memiliki armada laut yang kuat untuk mengamankan lalulintas pelayaran,perdagangan serta daerah kekuasaaanDisisi lain perkembangan agama Budha, Sriwijaya berperan pentingsebagai pusat perkembangan agama ini di Asia Tenggara dan sebagai pusatperkembangan bahasa Sansekerta, sehingga para biksu dari negeri Cinaharus belajar Sansekerta di Sriwijaya terlebih dahulu sebelum belajar agamaBudha di India. Diantara Dharmapala,ada seorang murid bernama Sakiyakirtiyang kemudian menjadi guru besar di Sriwijaya.Berdasarkan prasastiNalanda, Balaputra Dewa adalah keturunan Raja Jawa yang mengadakanhubungan baik dengan kerajaan Benggala yang diperintah oleh DewapalaDewa yang pernah menghadiahkan sebidang tanah untuk mendirikan asramabagi pelajar dari Sriwijaya. Prasasti itu juga menjelaskan bahwa BalaputraDewa keturunan dari Raja Samaratungga dan Putri Tara dari Sriwijayakemudian menjadi raja besar. Namun hubungan Sriwijaya dengan India retak(1023-1024m) karena adanya pertikaian mengenai penguasaan jalurlalulintas perdangan di Selat Malaka. Setelah BalaPutra Dewa meninggal,Sriwijaya mengalami kemunduran.Faktor factor penyebabnya adalah:
1.Pengganti Balaputra Dewa tidak sekuat Balaputra Dewa dalam halpemerintahan dan kurang bijaksana dalam menghadapi para pembantunya.2.Adanya serangan Pamalayu dari Singosari dibawah pemerintahanKartaNegara.3.Daerah-daerah yang berada dibawah pengaruh Sriwijaya berusahamelepaskan diri seperti Thai, Ligor serta daerah lain di semenanjung Malaka.4.Adanya serangan Majapahit dalam usaha persatuan Nusantara dibawahpanji Majapahit.Masa kerjaan majapahit Sriwijaya dan Majapahit merupakan duakerajaan yang memiliki karisma tersendiri menduduki tempat yang cukupmengesankan serta disegani oleh banyak Negara asing. Dalampertumbuhannya, Majapahit banyak menerima unsur politik, kebudayaan,social, ekonomi dari Singosari sebagai kerajaan yang mendahuluinya.Pendirinya adalah Raden Wijaya yang berhasil menduduki tahta berkatbantuan dari Atya Wiraraja, bupati Madura yang menghadiahkan daerah Tarik kepada Raden Wijaya sebagai daerah kekuasaan. Pada 1293 RadenWijaya naik tahta dan bergelar Sri Kertajarasa Jaya Wardhana. Yangmemrintah dari tahun 1293 sampai wafatnya pada tahun 1309 dandimakamkan sebagai JenaBudha Wisnu dan Siwadi Chandi camping dan candiBudha di Antaphura, kota Majapahit. Sepeninggalannya kertajasa, putranyaKalagemit yang bergelar Srijaya Negara mengisi tahta kerajaan. Namunpemerintahannya lemah dan selalu dironrong oleh pemberontakan, misalnyapemberontakan Ranggalawe, LembuSora, Juru Demong, Gajah Biru, Nambi,Lasem, dan Semi. Aying paling berbahaya adalah pemberontakan Kutidengan peristiwa Badandernya yang hampir meruntuhkan Majapahitsehingga JayaNegara mengungsi dengan diikuti oleh pasukan Bhayangkarayang dipimpin oleh GajahMadaSelanjutnya JayaNegara meninggal tahun 1250 Saka (1328m), karenadibunuh oleh Tanca, seorang tabib kerajaan yang kemudian dibunuh olehGajah Mada. Karena Jaya Negara tidak mempunyai keturunan, maka tahtakerajaan digantikan oleh adik perempuannya, Tribuana Tunggadewi.Sementara itu Gajah Mada diangkat menjadi Mahapatih. Pada tahun 1350m Tribuana meninggal dan Hayam Wuruk memimpin pemerintahan sehinggadia berjaya mencapai kemuncak kejayaan. Menurut Kakawin NagaraKertagama yang ditulis oleh Mpu Prapanka, daerah yang dikuasai HayamWuruk pada masa pemerintahannya sangat luas, yaitu hampir meliputiseluruh wilayah Indonesia sekarang.Majapahit melakukan Mitreka Setata (persahabatan yang kekalsederajat) dengan Negara-negara di Asia tenggara, sementara itu GajahMada melakukan peluasan kekuasaaan ke luar Jawa. Untuk mencapai cita-citanya, ia menyatakan Sumpah Palapa dan dengan dibantu oleh Mpu Naladan Adityawarman, ia menaklukkan satu persatu daerah di luar Jawa, padamasa ini kemakmuran rakyat Majapahit Nampak terangkat dan kegiatanekonomi mahupun budaya sangat diperhatikan. Setelah Majapahit runtuh maka berkambanglah agama Islam dengan pesatnya di Indonesia. Bersama dengan itu maka berkambang pula kerajaan-karajaan Islam seperti kerajaan Demak. Selain itu, berdatangan juga bangsa-bangsa Eropa di Nusantara.
Bangsa asing yang masuk ke Indonesia pada awalnya berdangan, namun kemudian berubah menjadi praktek penjajahan. Adanya penjajahan membuat perlawanan dari rakyat Indonesia di berbagai wilayah Nusantara, namun karena tidak adanya kesatuan& persatuan di antara mereka maka perlawanan tersebut senantiasa sia-sia.

 Kebangkitan Nasional

Pada masa ini banyak berdiri gerakan-gerakan nasional untuk mewujudkan suatu bangsa yang memiliki kehormatan akan kemerdekaan dan kekuataannya sendiri.

 Zaman Penjajahan Jepang

Jepang menjanjikan kemardekaan tanpa syarat kapada bangsa Indonesia. Bahkan untuk mendapatkan simpati & dukungan dari bangsa Indonesia maka sebagai realisasi janji tersebut maka dibentuklah suatu badan yang bertugas untuk menyelidiki usaha-usaha persiapan kemerdekaan Indonesia yaitu Badan Penyelidik Usaha-usaha Kemerdekaan Indonesia {BPUPKI}.
Kesimpulan
Nilai-nilai Pancasila diangkat dan dirumuskan secara formal oleh para pendiri negara, dijadikan sebagai dasar negara RI. Proses cara formal tersebut dilakukan dalam sidang-sidang BPUPKI pertama, bidang panitia 9, sidang BPUPKI kadua, serta akhirnya di sah kan secara yuridis sebagai dasar negara RI.
Sejarah perjuangan bangsa Indonesia untuk membentuk negara sangat erat kaitannya dengan jati diri bangsa Indonesia. Ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan serta keadilan. Dalam kenyataannya secara objektif telah dimiliki bangsa Indonesia sejak dahulu kala.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar